4 HAL PENTING SAAT PERENCANAAN KARIER
“Memiliki karier yang cemerlang, nyaris selalu jadi impian mahasiswa di semester akhir atau sarjana yang baru lulus. Agar memiliki karier yang bagus atau cemerlang, maka perlu dirancang atau direncanakan sebelumnya. Karena itu merancang karier atau merencanakan karier merupakan hal yang tidak boleh dilupakan agar karier Anda bisa mulus usai lulus jadi sarjana.
Sedikitnya ada 4 hal penting, yang tidak boleh dilupakan saat kita sedang merencakana karier. Empat hal yang penting tersebut, akan diuraikan secara rinci di bawah ini.”
1. Utamakan Profesional
Agar bisa berkarier dengan baik, maka Anda perlu meneliti diri sendiri, apa sebetulnya profesi yang paling Anda kuasai. Jika memang profesi tersebut Anda sukai, maka sebaiknya tempalah diri Anda di profesi tersebut agar benar-benar profesional. Untuk mendukung langkah menjadi “seorang profesional” tersebut Anda bisa mencari seorang mentor, yang memang sudah sukses di profesi tersebut. Bisa juga didukung sejumlah buku-buku yang terkait dengan profesi yang ingin Anda terjuni tersebut.
Sejumlah praktisi di perusahaan seringkali mengeluh, saat merekrut sarjana yang baru lulus, mereka dinilai lemah atau kurang dalam kemampuan profesional. Mereka perlu menggodok para tenaga baru tersebut dengan pelatihan khusus, sehingga hasil kerjanya bisa sesuai dengan yang diharapkan perusahaan.
2. Jadilah Sarjana Plus
Sejumlah sarjana yang dihasilkan perguruan tinggi, seringkali merasa bingung saat harus terjun di dunia kerja. Kondisi ini memang mungkin saja terjadi jika selama menjadi mahasiswa, mereka kurang pergaulan atau kurang menjalin network yang bagus. Karena itulah agar lancar dalam memperoleh karier setelah lulus, Anda perlu menjadi seorang “Sarjana Plus”. Artinya di luar waktu kuliah, Anda harus mengembangkan kemampuan yang memang selama ini jadi “passion” Anda.
Ada sejumlah kemampuan umum yang sebaiknya Anda kuasai minimal salah satu di antaranya. Misalnya kemampuan menggunakan komputer, kemampuan berbahasa Inggris pasif dan aktif, kemampuan akutansi, kemampuan menulis naskah, kemampuan fotografi, kemampuan video shoting, kemampuan editing gambar, kemampuan public speaking atau kemampuan berbicara di depan umum dan sejumlah kemampuan lain. Kemampuan ini perlu Anda tekuni sendiri dan didalami secara serius, sehingga merupakan nilai tambah bagi Anda saat Anda memasuki lapangan kerja.
3. Manfaatkan Peluang Karier
Agar Anda bisa sukses berkarier, maka mesti pandai memanfaatkan peluang karier. Coba cermati diri Anda saat ini, sebetulnya dari sekian banyak karier yang ada, karier di bidang apa yang paling Anda sukai dan yang paling Anda inginkan. Ingat karier ini bisa sesuai dengan disiplin ilmu yang Anda geluti saat kuliah di kampus, atau bisa juga tidak sesuai.
Bisa saja Anda menekuni karier di luar disiplin ilmu yang Anda tekuni dikampus, kalau memang bidang tersebut sangat menyenangkan Anda atau sesuai dengan passion Anda. Ada banyak pengusaha yang sukses, yang ternyata disiplin ilmunya saat kuliah di kampus bukan dari rumpun ilmu ekonomi bisnis. Banyak juga politisi yang sukses yang bukan lulusan ilmu sosial politik.
Setelah Anda berhasil berkarier di sebuah instansi atau perusahaan misalnya, maka selain mengerjakan tugas Anda sesuai “job description”, jika ada waktu maka berkomunikasilah dengan pimpinan dan tawarkan bantuan jika memang diperlukan. Demikian juga kepada pegawai lain, bantulah jika memang Anda ada waktu dan mampu membantunya. Dengan pola selalu siap membantu, jika memang diperlukan, niscaya karier Anda akan semakin baik dan lancar.
4. Jadilah Pembelajar
Supaya sukses dalam menekuni karier, maka hal yang tidak boleh dilupakan yakni harus selalu “siap belajar”. Jadilah seorang pembelajar sejati. Anda yang lulusan sarjana dan sudah diterima di sebuah instansi atau sebuah perusahaan misalnya, jangan lupa harus selalu “siap belajar”, termasuk bisa jadi siap belajar kepada pegawai yang bukan sarjana.
Anda lulusan sarjana yang sudah berkarier di sebuah lembaga, memang bisa jadi dalam hal-hal tertentu, kadang kala harus belajar atau minta tolong diajari ke pegawai lain yang nota bene lulusan SMK atau SMA, yang berarti bukan sarjana. Mengapa bisa terjadi ? Karena memang pegawai yang bukan sarjana itu sudah menekuni bidang tersebut, selama puluhan tahun. Sedangkan Anda Sarjana yang baru masuk jadi pegawai ingin mendalami bidang yang sudah puluhan tahun ditekuni pegawai lulusan SMK tersebut. Dalam kondisi inilah dibutuhkan sikap rendah hati dan selalu siap belajar pada siapapun. Semoga artikel pendek ini bermanfaat dan sukses untuk Anda.